Metode Pendisiplinan di Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Terhadap Perilaku Siswa Remaja Padepokan Ranting Palaran Kota Samarinda. (Faisal Ilham Rasidy)

September 17, 2019
Filed under: Data Portal Mahasiswa S1 

Data Portal Mahasiswa S1

Submitted by: ,
On: Sep 17, 2019 @ 10:29 AM
IP: 180.248.121.6

  • 1. Title [Judul]: Metode Pendisiplinan di Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Terhadap Perilaku Siswa Remaja Padepokan Ranting Palaran Kota Samarinda.
  • 2. Creator [Pengarang/ penulis]: Faisal Ilham Rasidy
  • 3. Subject [Subjek dan kata kunci]: Metode, Kedidiplinan, Perilaku, Self-Impossed Discipline and Command Discipline.
  • 4. Description [Abstrak] : Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Padepokan Ranting Palaran adalah sebuah organisasi kebudayaan yang bersifat perseduluran(persaudaraan) dan guyub rukun yang lebih mengutamakan pengembangan talenta fisik dan rohani anggotanya agar selalu menjaga perseduluran dan kebudayaan ini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, menyimpulkan data sekunder dan observasi yang menuju pada interpretasi kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa, metode yang diterapkan oleh organisasi pencak silat PSHT Padepokan ranting Palaran terhadapa siswa remaja dalam membangun kedisiplinan di pelatihannya menggunakan metode self-impossed discipline dan command discipline. Kedua metode ini merupakan metode yang dalam perlakuannya memerlukan suatu dorongan dan paksaan terhadap siswa-siswi dipelatihan PSHT saat ini. Dari metode ini para pelatih serta pengurus lebih cenderung ikut campur kedalam penerapannya. Hukuman yang diberikan ada dau yaitu hukuman fisik dan hukuman non fisik. Hukuman fisik yang diberlakukan dalam pemberian ganjaran atas pelanggaran yang berat dan masalah yang diperbuat oleh siswa-siswi. Hukuman yang diberikan biasanya tendangan, jeb(pukulan area perut), tamparan, koprol(gulung-gulung), push up dan sit up. Sedangkan hukuman non fisik ini biasanya diberikan kepada siswa yang jenis pelanggaran ringan, pelanggaran tersebut biasanya tidak melibatkan pelatih dan kegiatan dalam berlatih secara langsung, hukuman ini tidak diberikan kepada fisik mereka dan lebih kepada lisan atau tulisan tangan. Dalam hal ini sebenernya menurut pelatih hukuman yang diberikan merupakan hal yang yang sudah biasa apapun pelanggaran atau ketidaksesuain dalam setiap kegiatan yang ada dalam pelatihan itu harus menerima konsekuensinya. Hukuman dalam metode ini telah menjadi budaya yang lumrah bagi siswa disetiap pelaksanaan latihan di Setia Hati (SH) Terate ini,. Menurut mereka hal ini merupakan bentuk dari kasih sayang pelatih kepada mereka para siswa untuk membangun kekebalan mental, disiplin serta menambah rasa kejujuran mereka dan juga rasa percaya diri.
  • 5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Sosiatri
  • 6. Contributor [Pembimbing, promotor, ilustrator, produser, dll.] : Dr. Sri Murlianti, S.Sos, M.Si, Ratna Purba, MA
  • 7. Date [Tanggal / tahun penciptaan atau penerbitan]: 17 September 2019
  • 8. Type: Artikel
  • 10. Right [Contoh: CCL, MIT, Open Document, dll.]: Skripsi

43 total views, 2 views today